ASOHI HADIRI RAKOR PENGENDALIAN LAJU RESISTENSI ANTIMIKROBA PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Thursday, 28 November 2019 10:18
BOGOR, Selasa 19 November 2019. Bertempat di IPB International Convention Center, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar acara Rakor Pengendalian Laju Resistensi Antimikroba Dalam Rangka Pekan Kesadaran Antibiotik Dunia / World Antibiotic Awareness Week (WAAW). 
 
Rakor ini selain dihadiri oleh Direktur Keswan, Direktur Kesmavet, FAO dan USAID juga dihadiri oleh segenap organisasi bidang peternakan seperti ADHPI, ASOHI, GOPAN, PINSAR, PPN, dan berbagai perusahaan pembibitan dan obat hewan. Pengurus ASOHI Nasional yang hadir adalah Drh Andi Wijanarko Ketua Bidang Hub. Antar Lembaga. 
 
Menurut Syamsul Ma’arif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner mewakili Dirjen PKH I Ketut Diarmita dalam sambutannya, “Resistensi antimikroba menjadi salah satu ancaman terbesar kesehatan global, tidak hanya pada kesehatan manusia, namun juga pada kesehatan hewan. Setiap tahunnya, 700.000 orang diperkirakan meninggal akibat infeksi bakteri yang resisten terhadap antimikroba. Hal yang sama terjadi juga pada hewan ternak.”
 
Ia menambahkan, antibiotik merupakan salah satu jenis antimikroba yang digunakan untuk menyembuhkan infeksi bakteri pada manusia dan hewan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat di sektor peternakan, pertanian, perikanan serta masyarakat mempercepat laju resistensi bakteri menjadi kebal (superbugs).
 
Tanpa adanya upaya pengendalian global, AMR diprediksi akan menjadi pembunuh nomor 1 di dunia pada tahun 2050, dengan tingkat kematian mencapai 10 juta jiwa per-tahun, melampaui penyakit jantung, kanker dan diabetes, serta dapat menimbulkan krisis ekonomi global.
 
Pada Pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia / World Antibiotic Awareness Week (WAAW) yang berlangsung sejak tanggal 18 November 2019, Ditjen PKH bersama dengan FAO Emergency Centre for Transboundary Animal Diseases (ECTAD) dan USAID Indonesia merangkai berbagai kegiatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, institusi akademisi dan sektor swasta di tiga kota yakni Bogor, Lampung, dan Surabaya. 
 
"Tujuannya kegiatan ini adalah untuk memperkuat kesadaran akan bahaya nyata dari AMR dan menyuarakan penggunaan antibiotik dan antimikroba lainnya secara bijak, cerdas dan bertanggung jawab" tutur Syamsul.
 
Ia juga menambahkan bahwa tantangan dalam memerangi laju resistensi antimikroba dan mengendalikan penyakit infeksi baru harus dipandang sebagai kewajiban dan tanggung jawab semua pihak, untuk itu semuanya harus senantiasa berupaya meningkatkan kompetensi profesional dan selalu menjaga agar antimikroba tetap efektif. (CR/WK)

Last Updated on Thursday, 28 November 2019 10:24
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1834
mod_vvisit_counterYesterday2219
mod_vvisit_counterThis week4053
mod_vvisit_counterThis month26850
mod_vvisit_counterAll2331657