PARTISIPASI ASOHI DALAM DISKUSI EKONOMI PENGGUNAAN DAN RESISTENSI ANTIMIKROBA PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Wednesday, 28 February 2018 16:40
JAKARTA, Jumat 26 Januari 2018. Bertempat di Hotel Aston, TB Simatupang, Jakarta, FAO ECTAD Indonesia menggelar Lokakakarya Diskusi Kerangka Penilaian Ekonomi Penggunaan dan Resistensi Antimikroba (AMU/AMR) pada Sektor Peternakan. Lokakarya ini dibuka secara resmi oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Drh Syamsul Ma’arif, MSi.
 
Seperti diketahui Resistensi Antimikroba (AMR) berasal dari penggunaan antimikroba (AMU) yang tidak tepat pada sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan dan peternakan. Hal ini memberikan tekanan seleksi pada populasi patogen yang mendorong perkembangan resistensi dan pertukaran gen resistensi. Dorongan untuk membuat forum antar sektor di pemerintahan untuk resistensi antimikroba dan tantangan tentang AMR telah dinyatakan sebagai isu Kesehatan Terpadu (One Health).
 
Dorongan ini menyoroti kebutuhan kerjasama multi-sektoral dan multi-spesies. Selain itu untuk mendukung tujuan ini, cara surveilan yang inovatif guna menemukan kesenjangan (gap) dalam hal pengetahuan dalam penggunaan antimikroba pada peternakan dan sektor aquatik serta keterlibatan perusahaan farmasi, pertanian dan pangan sebagai pemain kunci dalam menemukan jawaban yang tepat dan cepat terhadap berbagai permasalahan AMR. Keterlibatan lembaga yang lebih luas diperlukan dimana antimikroba digunakan serta untuk melihat aspek penggunaan secara ekonomi, merupakan sesuatu yang melampaui model realitas klasik, dalam rangka mengelola penggunaan antimikroba yang lebih baik.
 
Secara regional, langkah-langkah mitigasi AMR di sektor peternakan tertinggal dari sektor kesehatan manusia. Terdapat kesenjangan dalam data dan informasi di sektor farmasi dan pangan. Dalam pertemuan dipaparkan pula tentang pola penggunaan antimikroba (AMU) dari peternakan yang berada di daerah percontohan.
 
Inti dari lokakarya ini diantaranya memperkenalkan kegiatan regional tentang kajian penggunaan antimikroba di sektor peternakan mencakup Indonesia, Thailand dan Vietnam; Kemudian mendiskusikan dan membuat sinergisme dengan Pemerintah Indonesia, FAO dan donor yang mendukung kegiatan di Indonesia dengan kegiatan regional; Selanjutnya secara aktif terlibat dan membuat forum diskusi dengan sektor swasta yang bekerja di sektor peternakan.
 
ASOHI diwakili oleh Ketua Umum Drh Irawati Fari dan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Drh Haryono Djatmiko bergabung bersama peserta lainnya dari unsur Pemerintah dan petugas layanan kesehatan hewan, pelaku industri peternakan, staff FAO dan perwakilan negara donor. Organisasi bidang peternakan lainnya yang turut diundang diantaranya GPMT, GPPU, Pinsar Petelur Nasional, Pinsar Indonesia, GOPAN, HIMPULI, ADHPI, dan ISPI. (WK)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday73
mod_vvisit_counterYesterday166
mod_vvisit_counterThis week73
mod_vvisit_counterThis month5543
mod_vvisit_counterAll1916286